LAYANGAN TANPA BENANG (AKU YANG TERLALU BANYAK HIDUP DENGAN HARAPAN)
LAYANGAN TANPA BENANG
Insan jenaka itu saling menghibur
melipur lara, yang menerbangkan beberapa kata
kalimat yang begitu fasih melangitkan harapan
2 insan yang mengisi kekosongan waktu
Dentungan jam membangkitkan lamunan
diseperempat jalan layang-layang jatuh
ia mengambilnya dengan sendu
ia lihat layang-layang itu tanpa benang yang melilitnya
Ia bebas terbang kemana saja
namun juga jatuh, saat angin perlahan menipis
dilihatnya sobekan kerta di layang-layang itu
imaginasi ku bermain: "layang-layang saja yang terbang bebas tanpa lilitan benang juga bisa jatuh disobek oleh kerasnya angin membawanya terbang"
KEBEBASAN, layang- layang tak pernah meminta untuk diikat atau dilepas
ia hanya menumpang hati padanya belabuh
mau di apakan dia? tergantung pada siapa?
MERELAKAN, mungkin yang melepas terbakar api emosi yang mengharuskannya untuk mundur dan memotong ikatannya.
BERKORBAN, bahkan melepaskan mu butuh pengorbanan yang cukup panjang hingga sampai pada titik paling ikhlas.
RINDU, puncak tertinggi menahan rasa adalah rindu. tak mampu bertemu, hanya melangitkan do'a di kidung sajadah panjang ku.
Derai air mata, debaran jantung, dan kikisan hati yang teriris.
memekik jiwa yang sepi, menepih untuk menahan diri
Kau sendiri bagaimana? seolah tak peduli bukan.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar