Anak kelinci dengan cintanya

 Ada sebuah cerita tentang gadis fleksim yang bisa menghadapi segala hal dengan bahagia. Hidup dengan cita-cita dan harapan dari orang tua. Berusaha memenuhi kebahagian orang yang ia sayangi dari pada dirinya sendiri. Berusaha seimbang dengan dunia dan akhirat. Gadis ini memiliki trauma di masa kecilnya, yang membuatnya tidak bisa berdamai namun hanya bisa mengatasi masalahnya. Kita ibaratkan anak kelinci dan keluarga besarnya.


Hidup seorang anak kelinci yang memiliki tujuan dan harapan besar untuk dirinya. Impiannya di bangun melalui peran ayahnya, namun karena ibu kelinci melindunginya dan merawatnya dengan penuh kasih sayang dan sikap posesif membuat ibu kelinci ingin menjadikan anak kelincinya seperti yang ia inginkan. Al hasil dengan segala tekanan dan harapan yang didasari oleh keterpaksaan anak kelinci berusaha memenuhi keinginan orang yang ia sayangi. Karna surga berada di telapak kaki ibu. Ia mengorbankan cita-cita dan impiannya untuk Ibu. Beberapa taun berlalu tibalah dipenghujung penentu. Anak kelinci berlari terus tanpa menyerah. ambisinya kuat untuk menang, namun ketidak mampuan fisiknya membuatnya gagal meraih kemenangan. Ketidak mampuan anak kelinci ini membuat ibu kelinci sedih dan kecewa. Upaya ini tidak bisa dipaksakan, karna semakin dipaksa semakin banyak kesakitan anak kelinci. Akhirnya ibu kelinci kuwalahan dan menyerah dengan harapan dan rasa posesifnya. Ia mengharap keberuntungan pada anaknya. Ia menyuruh anak kelincinya untuk mencari apa yang ia inginkan dengan berbagai catatan. AMBISI BESAR MASIH DIMILIKI IBU KELINCI. 


Badai hidup anak kelinci yang tidak habis-habisnya ia lampaui dengan teguh dan berani. sedikit ambisius untuk memperoleh kepercayaan diri. Karna dari awal kepercayaan dirinya telah dikorbankan.

DEngan pencapaian anak kelinci sampai di titik ini ia sadar bahwa ia tidak pernah berbahagia saat tampil percaya diri. Akan tetapi semua hal itu tidak bisa ia kembalikan lagi. 

Jalan yang ia tempuh sudah sejauh ini, dia hanya bisa melewatinya dengan gagah berani. Pilihan kali ini tidak salah. Jalan cinta ambisiusnya membawa ketenangan dalam diri, menunjukan jalan yang benar. Cinta yang tumbuh dan berkembang di zaman abuabu, menjadi jalan pencerah untuk ia melaju. Berkembang dalam masa pendidikan. anak kelinci berlari meraih impian yang ia yakini dari rasa cinta ini. Perjalanan ini sampai pada 4 periode. Baiklah tuan ku akan ku penuhi diriku menjadi bunga Mataharimu. Namun tak satupun lebah yang dapat menghirup kuntum ku selain Dirimu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ku kira kau senja, salah kau hanya sementara

Karna Surga Berada di Kaki Wanita.