Bidadari Rindu Surga
Jika kamu ditanya seperti ini kamu akan jawab apa.
Sudah berapa ayat yang kamu tambah?
Sudah berapa ayat yang kamu muroja’ah?
Sudah berapa kali Qatam Qur’an?
Aku hanya bisa menjawab dengan tetesan air mata dengan kepala
menunduk malu
Banyak hal yang aku perbuat sampai al-Qur’an hanya menjadi bagian
dalam kehidupan, Bukan seperti dulu prioritas utama di setiap detik tarikan
nafas.
Saat ini aku semakin dewasa, selalu berfikir dan mengusahakan akan
jadi seperti apa ? Mencari orientasi diri di hadapan semesta. Dengan usaha
yang meyakinkan diri kepada suatu kebenaran.
Banyak mimpi yang dikejar di dunia ini semata-mata berharap keridoan-Nya,
berusaha dan berupaya untuk mendapatkan sesuatu dengan harapan bisa
membanggakan kedua orang tua. Dengan
dalih ijtihad Tolabul ilmi.
Niatnya sudah baik tujuannya juga mulia. Tetapi ada hal penting yang
dilupakan, prioritas utama mu tetaplah menjaga
Al-Qur’an. Jangan sampai di lingkungan mu sekarang ini, yang jauh berbeda dengan
dulu membuat mu lupa akan fitrah, kewajiban, ibadah, dan tanggung jawab.
Memang pergaulan di luar sangatlah keras, tetapi jangan jadikan hal
itu sebagai alasan kamu berubah. Iya perubahan itu baik, tetapi perubahan yang
membawa mu pada tingkat derajat yang lebih tinggi dan mulia, bukannya perubahan
yang membawamu ke derajat yang lebih rendah dari sebelumnya.
Jadilah wanita sebaik-baiknya penjaga surga dengan cara menjaga
dirimu dari pengaruh ketidak sempurnaan dunia. Kamu wanita yang baik dan semua
wanita terlahir dengan fitrah yang baik. Kamu bukannya
tidak baik, hanya saja kamu yang menutup dan mengabaikan suara hati mu untuk
berbuat baik. Terlalu memikirkan maslahat dunia dan menyampingkan akhirat hanya
akan membawa mu pada jalan yang salah. Dan yang kamu dapat hanya kepuasaan
semata bukan menyeluruh.
Jadi, jangan menjadikan dirimu rendah hanya karna ingin menyamai
ketidak sempurnaan dunia.

Komentar
Posting Komentar