Itu bukan aib, HARUSNYA KITA LEBIH AWARE!
Itu bukan aib, HARUSNYA KITA LEBIH
AWARE!
Saat ini permasalahan dunia udah mulai kompleks, bukan lagi tetang
kekerasan atau penghianatan tapi soal kesehatan dan kehidupan. Dunia malai mementingkan
kebermanfaatan individu dan golongan tidak semua orang. HARUSNYA KITA AWARE
DENGAN KEADAAN INI. Ya keadaan yang dimana manusia mempermainkan manusia.
Mereka yang berkuasa dan punya harta membuang-buang hartanya untuk bisa balik
modal. Mereka membuat kegaduhan di dunia ini. Contoh kasus COVID yang
terjangkit di china, awalnya kita mengira bahwa itu azab karena presiden china
mengatakan “dunia di bawah china, tidak ada yang bisa mengalahkan china”.
Tapi semua itu bohong. Kita dipermainkan oleh Negara kapitalis yang hanya
mementingkan keuntungan kaumnya sendiri. Akibatnya apa Kasus virus corona
membunuh ribuan bahkan trilyunan manusia di dunia. Hebat manusia zaman ini.
Melakukan kekerasan dengan cara yang licik. Masalahnya ini kehidupan,
apakah hati mereka (dipakai) merasakan bagaimana kehilangan seseorang dengan
kematian virus. Mendapat juds dari tetangga, tidak mendapat dukungan malah di jauhi
oleh orang terdekat dan paling parah tidak bisa membersamai kepergiaan orang
yang kita sayang. Tentu menyakitkan dan menyedihkan. Mampu berada disampingnya
saja sudah membuat trauma terlamat dalam, bagaimana jika kita tidak bersama
dengan mereka saat itu. Disini kita harusnya bersyukur sampai saat ini masih di
beri nafas untuk menikmati dan memperbaiki kehidupan sendiri. Harusnya kita
mulai aware dengan keadaan yang ada bukan saling menjatuhkan.
Dari tragedy COVID-19 kita belajar untuk saling mendukung, menjaga,
dan melindungi. Ya walaupun ada yang sebaliknya memanfaatkan keadaan untuk
kepentingan individu. HARUSNYA KITA MULAI AWARE dari kasus ini banyak orang
yang trauma dan terganggu mentalnya. Jujur saja kehilangan adalah pintu dari 2
penyakit itu. KESEHATAN MENTAL atau yang sering di gaungkan anak zaman sekarang
MENTAL ILLNES. Sebagai seorang pemuda yang sadar akan pentingnya kesehatan
mental seharusnya AWARE DENGAN KEADAAN. Bukan memaksa menerima seseorang namun
mehargai dengan cara membantu setidaknya jika tak bisa membantu tidak
menjatuhkan mentalnya atau personalitynya. Karena kita tidak tau bagaimana
beratnya menjadi dia. Kita tidak tau seberapa “sakit” dia menahan diri untuk
tetap baik-baik saja. Berpura-pura baik-baik saja tidaklah mudah. Ekternal kita
mungkin terlihat baik dan sehat. Tapi untuk apa terlihat sehat jika rohani kita
sakit. Seseorang terpuruk dalam luka lamanya. Mengakibatkan beberapa trauma
pada kondisi dan suasana tertentu. Harusnya dari kasus COVID-19 kita balajar
bahwa sehat itu harta yang paling mahal. Kita tidak bisa berktivitas dengan
baik jika mental kita sakit hal itu pasti akan mengganggu kegiatan.
Sebenarnya yang perlu kita lakukan hanya aware dengan keadaan. Saat
suasan tidak sedang baik-baik saja seharusnya kita berusaha memberi harapan
pada manusia untuk tetap bertahan dan berusaha. Seberapa sulit siih
melakukannya? Tidak sulit bukan. Lalu kenapa kita masih sering menjudget orang
yang terkena gangguan mental. Bukankah seharusnya kita lebih aware dengan
keadaan. Dunia tidaklah berputar untuk mu saja, dunia berputar para poros dunia.
Bagaimana bisa kau mengatakan diri mu baik tapi tidak memiliki simpati pada
orang yang membutuhkan.
Okey, mungkin masalahnya adalah kami yang terganggu kesehataan mentalnya
tidak ingin menambah beban orang lain dengan cerita perjalanan hidup kita. Kita
lebih memilih memendam masalah dan rasa sakit itu sendiri. Ketika rasa itu
sudah hambar baru kita beri tau semuanya. Menjadi baik-baik saja tidaklah semudah
membalikan telapak tangan. Kami adalah manusia yang tetutup meskipun ada dari
kami yang ekstrovet. Namun tidak semua hal kami ceritakan pada mereka. Hanya
yang perlu mereka ketahui saja. Karna kita tau orang yang saat ini berusaha
dekat hanya orang yang mampir penasaran dengan personality kita. Formalitas perkenalan
setelah tau bagaimana keadaan dan kondisinya dia menghilang.
Padahal yang kami inginkan adalah diterima sebagai teman. Apakah
permintaan itu terlalu berlebihan sebagai kami yang tidak sempurna mentalnya? Apakah
sakit adalah salah kami!. Lelah dengan cara manusia yang tidak bisa memanusiakan
manusia hanya bisa menertawakan, memaki, dan mengabaikan. MULAILAH AWARE DENGAN
KEADAAN. Bukan memaki sesuatu yang kita lihat tak kasat mata. Lihat lah di
dalamnya. Betapa menderitanya kami untuk bisa bahagia dan baik-baik saja.

Komentar
Posting Komentar