Percayalah, Cinta Mu tidak Salah!
Jatuh cinta dengan hebatnya pada mu, membuat ku menutup semua jendela dan pintu bagi siapapun yang ingin melihat dan bertamu. Cinta datang disaat aku sedang memperbaiki hidupku yang kacau. Entah apa sebabnya hati ku bisa mencintaimu saat itu. Aku kira hanya suka dan kagum ternyata jauh dari itu aku ingin bersamamu. Gengsi rasanya ya taulah kau pintar dan aku hanya cewe biasa. Bukan tipe kamulah intinya. Aku tau semunya tentang mu, karna aku diam-diam menyukaimu tanpa sebab. Dalih pertemanan dan organisasi menghubungkan kita satu sama lain. Wajar saja jika cinta lokasi, kedermawanan dan attitudemu yang mengantarkan rasa ini, tapi rasa gengsi untuk hal yang lebih terlalu mendominasi. Aku percaya pada kalimat “cinta akan menemukan jalannya, Allah menjatuhkan perasaan mu padanya bukan tanpa sebab, mungkin ia jodoh mu, mungkin juga pelajaran hidup mu” maka ku rayu semesta sekian taun ini. 7 tahun aku sendiri dengan perasaan ku, tanpa mengemis harap dari mu. Aku hanya meminta hati mu pada semesta, tapi semesta belum sampai menjawabnya aku sudah menyerah. Aku menyerah
Aku meyerah bukan karena lelah,
melainkan takut. Takut jika selama ini ibadah ku terobsesi untuk mengejar hati
mu. Makanya Allah cemburu dan tak memberikan hatimu pada ku. Cinta yang tak
bisa ku miliki adalah kenangan indah yang tersimpan di hati. Aku masih belum
tau jawabannya, apakah waktu akan mempertemukan kita kembali? Atau kita bertemu
dalam keadaan bahagia bersama orang lain!
Aku sadar dari hal ini, bahwa
mencintai tidak harus memiliki. Justru tingkatan tertinggi mencintai adalah
mengikhlaskan. Karna semua cerita cinta endingnya adalah ikhlas. Dari 84 purnama
dan beribu dekade rindu yang terpendam aku ikhlas. Aku percaya akan ada jawaban
yang sedang di rancang semesta untuk ku. Keabadian rasa ini akan menjadi
pelajaran hidup ku nanti, ketika menemukan kehidupan cinta. Saling menghargai
dan mendo’akan adalah cara istimewah untuk meraihnya pada Semesta, namun jika
kau melepasnya rasa kecewa tidak akan sesakit itu rasanya. Perasaan ini
tidaklah salah.
Setidaknya
dalam kehidupan ini namamu sempat menjadi istimewah di hati.
Terimakasih
atas perasaan ini ya Allah, karna dengan ini aku menjaga hati dan diri ku
sebaik ini.

Komentar
Posting Komentar